2.1.
Konsep Dasar Sistem
Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu
kesatuan atau himpunan dari unsur, komponen yang terorganisir, saling
berinteraksi satu sama lain, guna mencapai tujuan yang sama.
2.1.1. Pengertian Sistem
Menurut Hartono (2005:17) mendefinisikan “sistem pada
dasarnya merupakan sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Fatta (2007:3), “sistem adalah pertama yang perlu diperhatikan dalam
suatu sistem adalah elemen-elemennya. Tentunya setiap sistem memiliki
elemen-elemennya sendiri, yang kombinasinya berbeda antara sistem yang satu
dengan sistem yang lain. Namun demikian, susunan dasarnya tetap sama”.
Di dalam mendefinisikan sistem
terdapat dua kelompok pendekatan, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan
yang menekankan pada komponen atau elemennya.
Menurut
Ladjamudin (2005:3) bahwa “pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau
elemen-elemen atau subsistem-subsistem merupakan
definisi
yang lebih luas dibandingkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada
prosedurnya”.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau
komponennya mendefinisikan sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu sistem mempunyai maksud
tertentu, ada yang menyebutkan maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai
suatu tujuan dan ada yang menyebutkan untuk mencapai suatu sasaran.
2.1.2. Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik
atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan
sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut
:
a.
Komponen
Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang
saling berinteraksi satu dengan lainnya, atau bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen-komponen tersebut dapat berupa suatu subsistem. Setiap
subsistem memiliki sifat-sifat dan fungsi tertentu yang mempengaruhi proses
sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih
besar yang disebut dengan supra system.
Apabila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah
subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka
perusahaan adalah supra system.
b.
Batasan
Sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara
suatu sistem dengan sistem yang lain atau lingkungan luarnya. Batasan sistem
ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu
sistem menunjukkan ruang lingkup (scope)
dari sistem tersebut.
c.
Lingkungan
Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah segala apapun
yang berada diluar batas dari sistem akan tetapi tetap mempengarui operasi
sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari
sistem, dengan demikian
harus dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus
ditahan dan dikendalikan, karena jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan
hidup dari sistem tersebut.
d.
Penghubung
Sistem (Interface)
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem
lainnya. Melalui penghubung ini, keluaran (output)
dari satu subsistem akan menjadi masukan (input)
bagi subsistem yang lainnya. Dengan penghubung ini juga satu subsistem dapat
berinteraksi dengan subsistem yang lainnya.
e.
Masukan
Sistem (Input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.
Dapat berupa masukan perawatan (maintenance
input) yang merupakan energi yang dimasukan agar sistem tersebut dapat
beroperasi dan masukan sinyal (signal
input) yang merupakan energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.
f.
Keluaran
Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran
dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra system.
g.
Pengolah
Sistem (Process).
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang
akan merubah masukan menjadi keluaran. Seperti halnya sistem akuntansi akan
mengolah data-data menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain
yang dibutuhkan oleh manajemen.
h.
Sasaran
Sistem (Objectives)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Jika sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi yang
dijalankan oleh sistem tidak akan gunanya.
1.
Klasifikasi Sistem
Klasifikasi sistem adalah suatu bentuk integrasi suatu
komponen dengan komponen lainnya, karena setiap sistem memiliki sasaran yang
berbeda untuk setiap kasus yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu,
sistem dapat diklasifikasikan kedalam beberapa sudut pandang, seperti : sistem abstrak, sistem fisik,
sistem alamiah, sistem buatan, sistem tertentu, sistem tak tentu, sistem
tertutup serta sistem terbuka. Adapun penjelasan yang lebih detail dan terperinci dipaparkan di bawah
ini :
a.
Sistem
Abstrak (abstract system)
dan Sistem Fisik (physical system)
Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide - ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem ketuhanan
(theologi), yaitu sistem
pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhannya. Sistem Fisik adalah sistem yang ada
atau tampak secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem
produksi dan lain sebagainya.
b.
Sistem
Alamiah (natural system)
dan Sistem Buatan
Manusia (human made system)
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui
proses alam, tidak dibuat manusia, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem
yang dirancang dan dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan
manusia dengan mesin disebut dengan human-machine
system atau man-machine system.
c.
Sistem
Tertentu (deterministic system)
dan Sistem Tak Tentu (probalilistic system)
Sistem tertentu adalah sistem yang kegiatannya dapat
diprediksi berdasarkan program-program yang dijalankannya. Misalnya sistem
komputer karena tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program
yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi sebelumnya karena mengandung unsur probabilitas.
d.
Sistem
Tertutup (closed system)
dan Sistem Terbuka (open system)
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan
dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara
otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis
sistem tetutup ini ada, tetapi kenyataannya bukan sistem yang benar-benar
tertutup, yang ada hanyalah sistem relatif tertutup (relatively closed system). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh
dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan
keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Sistem yang baik
harus dirancang sedemikian rupa, sehingga relative
tertutup, karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya
untuk pengaruh yang baik saja.
2.
Konsep Dasar Informasi
Informasi merupakan hal
yang sangat penting bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Suatu sistem yang
kurang mendapatkan informasi akan menjadi tertinggal dan akhirnya berakhir.
a.
Pengertian Informasi
Informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang
menerimanya. Sumber dari informasi adalah data yang merupakan jamak dari datum
dan data item.
Menurut Hartono (2003:8) “informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”.
Menurut George H. Bodnar
dan Williams S. Hopwood, “informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat
dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”.
b.
Kualitas Informasi
Suatu informasi harus
mempunyai kualiatas. Kualitas informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
1)
Akurat
Berarti, informasi harus
bebas dari kesalahan-kasalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Harus jelas
mencerminkan maksudnya.
2)
Tepat
pada waktunya
Berarti, informasi yang akan smpai ke penerima
tidak boleh terlambat, tidak boleh usang dan masih mempunyai nilai.
3)
Relevan
Berarti, informasi tersebut mempunyai manfaat
untuk pemakainya. Dana tepat sasaran bagi yang memerlukanya.
c.
Nilai Informasi
Nilai dari informasi
ditentukan dari dua hal, yaitu : manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai
jika manfaatnya lebih efektif dibanding biaya untuk mendapatkannya.
3.
Sistem Informasi
Sistem informasi dapat didefinisikan
sebagai suatu kegiatan yang diorganisasikan guna menyediakan informasi bagi
keperluan pengambilan keputusan untuk pengoperasian dan pengendalian
organisasi, dengan
menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuannya.
4.
Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem
informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi berbasis komputer yang
dibutuhkan didalam organisasi untuk mendukung informasi yang digunakan dalam
semua tingkat manajemen. Sistem informasi manajemen merupakan kumpulan dari
sistem yang mempengaruhi semua operasi organisasi.
2.2. Peralatan Pendukung
Sebuah sistem yang telah ada atau
sistem baru yang akan dikembangkan diperlukan alat untuk mempermudah mendefinisikan
unsur dari sistem secara jelas. Peralatan pendukung (Tools System) dapat mendesain model dari sistem informasi yang
diusulkan dalam bentuk model logika (Logical
Model). Peralatan pendukung (Tools
System) merupakan alat yang digunakan untuk bentuk logika dari model sistem
dimana simbol-simbol, lambang-lambang, dan diagram-diagram yang digunakan
menunjukkan secara tepat arti fisik dari suatu sistem.
Model logika dari sistem informasi
lebih menjelaskan kepada pemakai (user)
tentang bagaimana nantinya fungsi-fungsi dari sistem informasi secara logika
akan bekerja. Model logika dapat digambarkan dengan menggunakan Diagram Arus
Data (Data Flow Diagram) dan data
yang ada di dalam Diagram Arus Data dapat dijelaskan di dalam Kamus Data (Data Dictionary). Berikut ini dijelaskan
alat pendukung dari sistem yaitu berupa Diagram Arus Data, Kamus Data (Data Dictionary).
Adapun peralatan
pendukung yang dimaksud untuk merancang model sistem yang baru pada penulisan
KKP ini adalah :
A.
Diagram Alir Data (DAD)
1.
Konsep
Dasar Diagram Alir Data (DAD)
Diagaram Alir Data merupakan alat yang dapat
menggambarkan arus data didalam sistem dengan terstruktur dan jelas, lebih
lanjut data flow diagram juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.
2.
Simbol–Simbol
Dalam DAD
Simbol–symbol yang digunakan pada diagram alir data adalah sebagai
berikut :
a.
Lingkaran
Luar(External Entity)
Adalah symbol berbentuk kotak rangkap dua
digunakan untuk menggambarkan suatu entitas eksternal, misalnya sebuah
perusahaan, seseorang atau sebuah mesin yang dapat mengirim data atau menerima
data dari sistem dan merupakan sumber atau tujuan data.
b.
Proses
(Process)
Adalah simbol berbentuk bujur sangkar dengan sudut
membulat digunakan untuk menunjukan adanya proses transformasi dan aliran data
yang meninggalkan suatu proses selalu diberi label berbeda dari aliran data
yang masuk.
c.
Alir
Data (Data Flow)
Digambarkan dengan anak panah yang digunakan untuk
arah dari proses sistem. Data flow
ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau informasi dari suatu
bagian ke bagian lainnya. Data flow
ini mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store), dan kesatuan luar (external
entity). Selain menunjukkan arah alir data, data flow ini perlu diberikan
nama sesuai dengan data atau informasi yang dimaksud.
d.
Simpanan
Data (Data Store)
Adalah symbol berbentuk bujur sangkar dengan ujung
terbuka yang menunjukkan penyimpanan data.Data
Store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan serta komputerisasi,
contohnya pita magnetic, fie disket, dan file harddisk. Data
Store ini juga berkaitan dengan penyimpanan
folder.
3.
Aturan
Main DAD
Bentuk rambu–rambu atau aturan main yang baku dan
berlaku dalam penggunaan data flow diagram untuk membuat model sistem adalah sebagai berikut :
a.
Didalam
data flow diagram tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lainnya secara langsung.
b.
Didalam
data flow diagram tidak boleh
menghubungkan data store yang
satudengan data store yang lainnya
secara langsung.
c.
Didalam
data flow diagram tidak boleh atau tidak
diperkenankan menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.
d.
Setiap proses harus ada data flow
yang masuk symbol juga data flow yang
keluar.
4.
Tahapan
Pembuatan DAD
Langkah–langkah dalam membuat DAD dibagi menjadi tiga
tahap atau tingkat konstruksi data flow diagram yaitu sebagai berikut :
a.
Diagram
Konteks
Diagram ini dibuat untuk
menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain
diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara umum atau global dari keseluruhan sistem yang ada.
b.
Diagram
Nol
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan
tahapan proses yang didalam diagram konteks yang penggambarannya secara lebih
terperinci.
c.
Diagram
Detail
Diagram ini dibuat untuk
menggambarkan arus data secara lebih mendetaillagi dari tahapan proses yang ada
didalam diagram nol.
5.
Kamus Data atau Data Dictionary (DD)
Kamus data disebut juga
dengan istilah sistem data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan
kebutuhan–kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi pendekatan
terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis.
Dengan
kamus data sistem analisis dapat mendefinisikan data yang mengalir pada sistem
dengan lengkap juga dapat menjelaskan lebih detail lagi tentang data flow diagram yang mencakup proses, data flow dan data store.
Fungsi dari kamus data
adalah sebagai suatu katalog yang menjelaskan lebih detail tentang DAD yang mencakup proses, data flow dan data store. Selain itu juga untuk menghindari pengunaan kata–kata
yang sama, karena kamus data disusun secara abjad.
Adapun
kegunaan dari kamus data adalah :
1.
Memvalidasi
diagram alir data dalam hal kelengkapan dan keakuratan.
2.
Menyediakan
suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan–laporan.
3.
Menentukan
muatan data yang disimpan dalam file–file.
4. Mengembangkan logika untuk
proses–proses DAD (Diagram Alir Data).
Isi kamus data harus
mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat.
Maka data harus memuat
hal–hal sebagai berikut :
1.
Nama
Arus Data
Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang
mengalir di data flow diagram, maka
nama arus data juga harus dicatat di kamus data, sehingga mereka yang membaca data flow diagram dan memerlukan
penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di data flow diagram dapat langsung
mencarinya dengan mudah di kamus data.
2.
Alias
Alias atau nama lain dari data yang dituliskan karena
data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu
dengan yang lainnya.
3.
Tipe
Data atau Bentuk Data
Data yang mengalir dari hasil suatu proses ke proses
lainnya dalam bentuk dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan
computer, laporan terarah, tampilan layar dimonitor, symbol, parameter dan field–field adalah bentuk data dari arus data yang mengalir yang
perlu dicatat di kamus data.
4.
Arus
Data
Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan
kemana data akan menuju.
Keterangan arus data ini perlu dicatat di kamus data supaya memudahkan
mencariarus data di dalam data flow
diagram.
5.
Penjelasan
Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus
data yang dicatat di kamusdata, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan
keterangan–keterangan tentangarus data tersebut
6.
Periode
Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data
ini. Periode ini perlu dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mendefisinikan kapan input data harus
dimasukkan ke dalam sistem, kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan–laporan harus
dihasilkan.
7.
Volume
Volume yang perlu dicatat di dalam kamus data adalah
tentang volume rata – rata dan volume puncak dari arus data.Volume rata – rata
menunjukan banyaknya arusdata yang mengalir dalam satu periode tertentu,
sedangkan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak.
8.
Struktur
Data
Struktur data menunjukan arus data yang dicatat pada
kamus data yang terdiri dari item–item atau elemen – elemen data.
6.
Notasi Kamus Data
Kamus
mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti atau makna dari symbol yang
dijelaskan, yang disebut notasi tipe data . Notasi dan simbol yang digunakan
dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1.
Notasi
Tipe Data
Notasi Tipe Data adalah suatu bentuk untuk mempersingkat
arti atau makna dari simbol yang dijelaskan. Adapun bentuk notasi sebagai berikut:
2.
Notasi
Struktur Data
Struktur dari data terdiri dari elemen–elemen data
yang disebut dengan item data, sehingga
secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan denganmenyebutkan nama
dari item – item datanya. Juga masih
diperlukan informasilainnya misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya
bersifat dapat ada dan dapat tidak ada. Untuk menunjukkan informasi – informasi
tambahan ini di kamus data dipergunakan notasi – notasi sebagai berikut :
download Soal UTS APSI Semester 4
Download Soal Kuis APSI Semester 4
download Soal UTS APSI Semester 4
Download Soal Kuis APSI Semester 4

